RSS FEEDLOGIN

MITSUBISHI Dukung Proyek Mobil Murah Ramah Lingkungan

Fajar Sidik   -   Sabtu, 23 Februari 2013, 04:55 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130224_logo mitsubishi.jpgJAKARTA - Perusahaan otomotif berasal dari Jepang, Mitsubishi, mendukung program pemerintah untuk mengembangkan mobil murah ramah lingkungan (low cost green car) meski belum bisa memastikan detail persiapannya.

Executive Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), selaku distributor resmi merek Mitsubishi, Rizwan Alamsjah, dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat malam, mengatakan produsen pusat sedang serius mempelajari program yang terus digulirkan pemerintah itu.

"Memang kita posisinya sebagai 'back up' dengan 'principal' (produsen utama, red.), mereka serius mempelajari data-data yang kami kirim," kata Rizwan.

Meski mengaku belum bisa memberikan detail persiapan yang dilakukan produsen utama, ia mengatakan tentang keseriusan tim produsen untuk mendukung program pemerintah.

"Kami (KTB, red.) sifatnya hanya suplai, 'principal' yang menentukan, tetapi timnya sudah bolak-balik untuk lihat perkembangannya," katanya.

Mitsubishi merupakan salah satu dari sekitar enam produsen kendaraan yang telah siap mendukung program LCGC.

Adapun produsen lainnya, yaitu Daihatsu, Toyota, Suzuki, Nissan, dan Honda. Skema LCGC bertujuan agar kendaraan lebih hemat bahan bakar disertai rendahnya emisi karbon.

Sebagai bukti keseriusannya mendukung program LCGC sekaligus mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia, perusahaan juga akan segera memperkenalkan Outlander Plug-In Hybrid Electric Vehicle (PHEV) untuk pasar Indonesia.

"Kita sendiri tertarik dan ingin diluncurkan. Kalau bisa tahun ini ya tahun ini, tetapi sekarang masih antre setelah diluncurkan pertama kali di Jepang," katanya. (Antara/fsi)

Source : Newswire

Editor : Fajar Sidik

Layak Disimak

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.