NEW YORK--Harga minyak mentah West Texas Intermediate turun di bawah US$90 per barel untuk pertama kalinya pada 2013 karena jasa industri di China melanjutkan laju terlemah dalam 5 bulan, menambah spekulasi bahwa pertumbuhan permintaan sedang melambat.
Harga minyak jatuh untuk ketujuh kalinya dalam 9 hari karena ekspansi industri nonmanufaktur di China, negara konsumen minyak terbesar di dunia setelah AS, adalah yang paling lambat sejak September.
"Kami memiliki berita ekonomi mengecewakan dari China," kata John Kilduff, Partner di Again Capital LLC yang berbasis di New York seperti dikutip Bloomberg, Selasa (5/3/2013).
"US$90 adalah level kritis dan kita siap untuk jatuh lebih dalam ke US$88," ujarnya.
Harga WTI untuk pengiriman April turun 56 sen atau 0,6% ke level 90,12 per barel di New York Mercantile Exchange, level terendah penutupan sejak 24 Desember. Harga turun US$89,33 dalam perdagangan intraday. Volume perdagangan tercatat 19% di bawah rerata untuk hari ini hingga pukul 2.39 sore.
WTI telah turun ,3% pada tahun ini dari rekor tertinggi US$98,24 pada 30 Januari karena proyeksi permintaan melamah dan peningkatan produksi mendorong persediaan AS naik menjadi 377,5 juta barel pada pekan yang berakhir 22 Februari, tertinggi sejak 20 Juli.
Minyak Brent untuk pengiriman April turun 31 sen ke level US$110,09 per barel di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London. Volume perdagangan kontrak ini tercatat 24% di atas rerata 100 hari.
Premium brent atas WTI melebar untuk hari ketiga menjadi US$19,97 karena semua sistem pipa minyak mentah telah ditutup selama 3 hari setelah kebocoran minyak ditemukan pada salah satu platform. (fsi)
Source : Achmad Aris
Editor : Fajar Sidik

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.